Padahal, lanjut Jokowi, di negara-negara lain, dana itu biasanya
digunakan sebanyak 50 persen. Oleh karena itu, dia pun meminta agar
sistem tersebut segera diubah. “Kalau bisa, 40-50 persen untuk menyiapkan perumahan bagi para buruh.
Berapa banyak itu rumah yang bisa dibangun? Coba hitung kalau bisa,”
tutur Jokowi.
Dia menuturkan, saat ini dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan
lebih banyak tersimpan karena belum adanya peraturan. Maka dari itu,
Jokowi mengaku akan membicarakan hal ini terlebih dulu dengan para
pimpinan buruh untuk menentukan skema terbaik dalam memanfaatkan dana
bagi buruh.“Dengan demikian, uang-uang itu jadi dana produktif, bukan disimpan.
Butuh terobosan seperti itu kalau ingin bahwa manfaat dana itu harus
ada,” ucap dia.
Selain fasilitas perumahan, Jokowi juga menyoroti masalah pembangunan
fasilitas transportasi dan kesehatan di kawasan industri. Para buruh,
sebut Jokowi, masih dibebankan biaya transportasi yang dalam sebutannya
sebesar Rp 400.000-Rp 600.000.
“Beban-beban itu akan mengurangi upah yang diberikan perusahaan. Ini
tugas pemerintah, tetapi butuh proses, butuh waktu. Beri kesempatan saya
bekerja ke arah yang tadi saya sampaikan,” ucap Jokowi, disambut
sorak-sorai ratusan buruh yang hadir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar